Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2016

Selamat Tinggal Bau Badan Selama Puasa


Bau badan merupakan permasalahan kecantikan yang bisa membuat banyak orang jauh dari Anda. Apalagi jika Anda sering di lapangan dan beraktivitas.
Banjirnya keringat akan membuat tubuh menjadi lembap dan memberikan bau yang tidak sedap. Tanpa Anda sadari, teman sekitar akan menjauh dari Anda.
Nah, pastinya tidak ada yang mau seperti itu kan? Oleh karena itu, kebersihan ketiak harus sering dijaga.
Pakai deodoran saat malam hari
Jika Anda memakai deodoran, maka gunakan sebelum tidur jika ingin wangi. Hal ini karena deodoran memiliki kemampuan menutup kelenjar sumber bau, kemudian baru diolesi lagi di pagi hari setelah mandi.
Keringkan sebelum dioleskan
Waktu yang tepat dalam memakai deodoran adalah 15 menit setelah mandi. Ini akan membantu Anda mengurangi penyebab bau badan.
Cuci dengan benzoyl peroxide
Untuk menunjang penampilan, tidak ada salahnya coba memakai sabun yang mengandung benyozl peroxide. Ini akan membantu membunuh kuman dan bakteri yang ada dalam tubuh.
Share:

Alasan Anda Lebih Haus Daripada Biasanya Saat Puasa


Merasa lebih haus ketika berpanas-panasan atau banyak gerak selama berpuasa tentu wajar. Tapi apakah Anda kini mengeluh merasa lebih haus meski sudah cukup minum air saat sahur dan tidak melakukan banyak aktivitas fisik yang memberatkan?
“Beberapa kondisi yang mengubah air atau keseimbangan garam dalam tubuh bisa memicu rasa haus,” menurut dokter Laura M Hahn, MD, ahli layanan primer di Mercy Medical Center. Bila Anda sering merasa haus lebih dari biasanya, Anda mungkin mengidap beberapa kondisi berikut.
Diabetes
Diabetes dapat meningkatkan risiko dehidrasi, bila tidak diketahui lebih dini. Saat kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh memproduksi urin lebih banyak untuk membuang kelebihan glukosa. Gejala sering buang air kecil karena diabetes juga akan menyebabkan Anda sering merasa kehausan.
Menstruasi
Saat darah haid deras keluar, Anda pasti selalu ingin minum. Untuk hal ini terbilang wajar, karena peningkatan estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi volume cairan tubuh. Jadi, kehilangan banyak darah ketika menstuasi dapat memicu rasa haus.
Mulut kering
Mulut kering, yang dikenal juga sebagai xerostomia, sering dikaitkan dengan kekurangan cairan. Kondisi ini merupakan hal yang abnormal akibat ketidakseimbangan di mulut sehingga air liur berkurang. Mulut kering juga bisa disebabkan penggunaan obat, seperti obat alergi dan sakit kepala tertentu.
Anemia
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, rasa haus bisa disebabkan saat darah haid banyak keluar. Banyaknya darah yang keluar bisa memicu anemia dan akan memicu rasa haus lebih buruk lagi. Tidak hanya anemia, kondisi hipotiroid juga bisa menimbulkan rasa haus yang berlebih.
Tekanan darah rendah
Stres yang kronis atau berkepanjangan dapat membuat kelenjar adrenal tidak bekerja yang memicu tekanan darah rendah. Ini dapat menyebabkan Anda sering merasa pusing, depresi, cemas, dan kehausan yang ekstrem.
Rasa haus timbul karena tubuh menambahkan lebih banyak air ke darah dalam upaya meningkatkan tekanan darah Anda. Jadi, satu-satunya solusi jangka panjang untuk hal ini adalah mengurangi dan memanajemen stres Anda.
Share:

Kamis, 23 Juni 2016

RAHASIA LAWAN STRES SELAMA RAMADHAN


Stres dapat memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh secara drastis. Infeksi pun mudah menyerang tubuh Anda, terlebih selama Ramadan.
Maka itu, Anda harus segera melawan agar tak menyiksa diri. Berikut 5 rahasianya :
Minum Ramuan Herbal
Setiap hari Anda disarankan untuk minum ramuan herbal. Ini bisa dilakukan saat sahur dan buka puasa. Pilihlah jenis rempah seperti kapulaga, kunyit, jahe, seledri, peppermint, dan chamomile. Ini dapat merelaksasi otak Anda setiap hari.
Pijat
Jika kepala terasa sakit, perlahan-lahan pijat kepala Anda dengan minyak aromaterapi. Cara ini dapat meringankan beban di kepala Anda, sehingga dapat terus fokus beraktivitas setiap hari.
Hindari Alkohol
Alkohol cenderung meningkatkan perasaan cemas dan stres. Maka hindarilah minuman beralkohol untuk melawan stres, terutama saat Ramadan.
Mengatur Pernapasan
Kurangnya teknik pernapasan yang tepat dapat mengurangi jumlah oksigen yang tentunya dapat meningkatkan tingkat stres. Di mana pun Anda merasa stres, segera tarik napas dan buang napas perlahan-lahan.
Share:

3 MINUMAN AGAR TETAP FIT BERPUASA


Selama berpuasa Anda harus tetap menjaga kebugaran tubuh. Caranya dengan menyeruput aneka minuman menyegarkan yang bisa dibuat sendiri di rumah dengan campuran herbal.
Berikut ini 3 minuman yang dianjurkan untuk diseruput saat santap sahur dan buka puasa.
Air lemon hangat
Peras setengah lemon dalam segelas air hangat. Lalu minumlah saat santap sahur yang juga berguna sebagai penetralisir. Tapi dianjurkan untuk tidak minum setiap hari, karena dapat membahayakan organ ginjal.
Teh jahe
Secangkir teh jahe juga bagus diseruput saat makan sahur. Rebuslah secangkir air bersama dengan sepotong jahe di dalamnya selama beberapa menit. Kemudian tambahkan teh celup. Tuangkan ke dalam cangkir setelah beberapa menit. Lalu, tambahkan beberapa tetes lemon dan beri madu. Ramuan ini menjadi stimulan alami yang bagus saat berpuasa.
Daun mint
Mint juga termasuk stimulan alami yang dapat menyegarkan napas dan menjaga kebugaran tubuh. Cara membuat minumannya hancurkan beberapa lembar daun mint bersama dengan jus lemon. Tambahkan air dingin atau hangat, dan minumlah di saat buka puasa dan sahur.
Share:

PASTIKAN ANDA BERBUKA PUASA DENGAN ASUPAN INI


Berbuka puasa adalah saat yang ditunggu-tunggu. Pasti pikiran sudah mulai memikirkan rencana makanan yang akan disantap saat menjelang berbuka. Tetapi saat berbuka, jaga hasrat Anda untuk menyantap segala jenis makanan.
Ikuti tips berikut untuk membuat Anda kenyang dengan cara yang sehat kala berbuka puasa :
Biarkan tubuh hidrasi
Jangan lupa untuk minum saat jam buka puasa. Anda bisa memilih air putih, jus, atau susu untuk mencegah tubuh tetap hidrasi. Minumlah satu sampai dua gelas air sebelum menyantap makan besar.
Kurma
Kurma mengandung kalori yang menyehatkan dan dapat mengembalikan energi yang hilang. Anda dapat meredakan sakit kepala akibat gula rendah dengan menyantap kurma. Cukup santap 2 buah kurma saat berbuka untuk mengembalikan kadar gula darah.
Semangkuk sup
Vitamin dan mineral yang terdapat di dalam sup membantu memenuhi asupan nutrisi Anda. Semangkuk sup saja sudah membuat Anda kenyang dengan gizi yang tercukupi.
Sayuran
Jangan terlena dengan makanan manis, tubuh Anda membutuhkan sayuran hijau untuk mengenyangkan perut Anda dengan cara yang sehat. Anda bisa menyajikan sayuran dalam bentuk salad untuk menambah nafsu makan Anda.
Share:

Selasa, 21 Juni 2016

MENGAJARKAN ANAK BERPUASA, INI CARANYA


Berpuasa bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk anak-anak. Sebab, anak-anak belum terbiasa untuk tidak bisa makan dan minum kapan saja sesuka mereka dan menahan rasa lapar.

Selain itu, berpuasa tidak hanya menahan hawa nafsu untuk makan, tetapi juga harus menjaga perilaku dan juga perbanyak ibadah.
“Mengajarkan anak berpuasa tentu diawali dengan modeling, orangtua perlu memberikan contoh,” ujar Nana Gerhana, M.Psi.
Nana pun menjelaskan bahwa mengajari anak berpuasa tidak hanya bergantung pada modeling dari orangtua, tetapi juga dukungan dari lingkungan sekitar, seperti kakak, sepupu, dan anak-anak seusianya untuk ikut berpuasa.
Melalui orang-orang sekitarnya, maka anak pun akan lebih termotivasi lagi untuk berpuasa, sehingga mereka bisa diterima dan menjadi bagian dari lingkungan sosial.
Selain itu, faktor lain yang sangat berpengaruh adalah orangtua harus memberi pemahaman akan tujuan dan manfaat berpuasa yang akan diperoleh oleh anak.
Pemahaman ini harus diberikan sedini mungkin terhadap anak-anak agar mereka mengerti bahwa kegiatan berpuasa ini memiliki manfaat dan tujuan. Selain dari orangtua, sebenarnya pemahaman ini juga bisa didapatkan anak dari sekolah, pengajian, dan media seperti televisi, radio, majalah, dan online.
“Berpuasa tentu bukan hal yang mudah dilakukan. Proses agar mampu berpuasa penuh juga dilakukan dengan tahapan-tahapan dan bisa diajarkan sedini mungkin,” tutupnya.
Share:

LEMAS SAAT PUASA ? HAL - HAL INI PENYEBABNYA


Sudah makan sahur, harapannya tubuh berenergi sepanjang hari. Tapi nyatanya siang-siang sudah lemas sehingga malas melakukan aneka aktivitas. Apa sebabnya?

Lemas saat puasa dikatakan hanya terjadi pada fase awal puasa, yakni 3-4 hari pertama. Prof Endang L Achadi, Ketua Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, mengatakan bahwa setelah 3-4 hari tubuh akan beradaptasi sehingga tak akan lagi merasa lemas dan lesu. 

Nah, berikut ini beberapa penyebab munculnya rasa lemas pada saat sedang berpuasa :

1. Makan Banyak - Banyak Saat Sahur

Makan banyak-banyak saat sahur bukan jaminan Anda tidak akan lemas di siang hari lho. Menurut praktisi yoga sekaligus salah satu pelaku food combining, Erikar Lebang, makan banyak tapi tanpa metode yang tepat justru akan membuat energi sistem cerna teralokasi secara tidak efisien.

Menurutnya, orang yang makan banyak - banyak saat sahur dengan tujuan asal kenyang, maka akan cepat lapar atau mengalami berbagai ketidaknyamanan akibat inefisiensi energi tubuh. Sebab pukul 4 pagi hingga 12 siang secara siklus merupakan fase di mana energi cerna sedang dipergunakan tubuh untuk membuang sisa metabolisme malam hari.

2. Makan Terlalu Sedikit Saat Sahur
Praktisi Gizi Klinik dan Olahraga Rita Ramayulis, DCN, MKes mewanti - wanti agar makan saat sahur dalam jumlah cukup. Sebab apabila makan terlalu sedikit akan membuat cadangan energi tubuh cepat habis. Akibatnya, tubuh akan cepat terasa lemas.

Jika terlambat bangun sahur, sehingga sudah mepet waktu imsak, dr Inge Permadhi, SpGK, dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyarankan mengonsumsi sereal dan susu.

Sereal yang terbuat dari gandum mengandung karbohidrat yang baik sebagai sumber energi. Namun karbohidrat mudah diserap tubuh sehingga rasa lapar akan terasa. Untuk itu dibutuhkan protein sebagai sumber energi cadangan dan serat untuk melengkapinya. Serat memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga rasa lapar akan tertunda.

3. Kurang Minum
Kurang minum bisa menyebabkan dehidrasi dan tubuh lemas. Untuk itu perlu memenuhi kecukupan air minum. Caranya tentu saja dengan menabung persediaan air dari berbuka puasa di hari sebelumnya. Sehingga meskipun sahur hanya dengan sereal dan susu, tubuh tidak akan dehidrasi karena kekurangan cairan.

"Jangan lupa juga makan buah kalau bisa. Buahnya yang mengandung banyak cairan seperti semangka. Jadi kalaupun sahurnya mepet puasanya tetap kuat," saran dr Inge.

4. Hipoglikemia
Cepat lelah, muncul keringat dingin, mata berkunang-kunang, dan terasa seperti akan pingsan, waspadai hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan kondisi di mana kadar gula darah seseorang sangat rendah, yaitu berada di bawah 70 mg/dL.

Dituturkan spesialis penyakit dalam, dr Em Yunir, SpPD, KEMD, jika pada dasarnya orang tersebut tidak memiliki riwayat diabetes, biasanya tubuh masih memiliki daya kompensasi, sehingga kadar gula darahnya bisa bertahan di angka 80-90 mg/dL.

Gula darah bisa rendah saat puasa, karena adanya pengurangan asupan makanan selama seharian. Umumnya, hipoglikemia muncul di sore hari menjelang buka puasa. Tapi belum tentu setiap lemas saat puasa pasti hipoglikemia. 

Untuk memastikan apakah benar hipoglikemia atau bukan, maka harus melakukan cek gula darah. Kalau hasilnya di bawah 70 mg/dl, apalagi sampai di bawah 60 mg/dL, maka dianjurkan segera berbuka.

5. Kebanyakan Tidur
Tidur seharian pada saat sedang berpuasa bukanlah cara tepat menghemat energi. Karena kebanyakan tidur juga bisa bikin lemas.

dr Andreas Prasadja, RPSGT, yang akrab disapa dr Ade, ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran menjelaskan sangat wajar seseorang mengantuk di bulan puasa. Sebab tubuh akan menjadi kekurangan tidur dan utang tidur makin banyak. Ini membuat tubuh beradaptasi dengan cara mengantuk lebih sering dan tubuh menjadi lemas.

Saat tidak sedang di bulan Ramadan, jam tidur yang dianjurkan setiap hari adalah sekitar 7-8 jam. Namun, dengan pengurangan ini maka jam tidur dipastikan akan berkurang. Untuk memenuhi pengurangan ini, tubuh akan tetap berusaha memenuhi jam tidur tersebut, sehingga siang hari orang akan mengalami kantuk berlebihan.

Rasa kantuk yang berlebihan akan membuat seseorang justru menjadi kebanyakan tidur, akibatnya tubuhnya menjadi lemas. dr Ade menyarankan Anda tetap melakukan aktivitas di jam yang memang sudah seharusnya, tapi berikan waktu lebih kurang 15 menit di sela istirahat siang untuk beristirahat.

Share:

Rabu, 15 Juni 2016

7 TIPS AGAR TETAP SEHAT DAN FIT SELAMA RAMADHAN


7 TIPS AGAR TETAP SEHAT DAN FIT SELAMA RAMADHAN

SEBELUM berolahraga, paling tidak berikan satu jam untuk tubuh setelah Anda berbuka puasa. Tubuh membutuhkan proses beradaptasi sebelum beranjak dari aktivitas satu ke aktivitas lainnya, terutama berolahraga di bulan Ramadan. Cara ini dilakukan agar metabolisme tubuh tetap terjaga.
Berikut ini tips dari bagi Anda yang ingin mengoptimalkan olahraga selama bulan Ramadan, Selasa (14/6/2016).
Jangan Berolahraga Saat Jam Puasa
Tidak dianjurkan untuk berolahraga saat berpuasa dengan perut kosong. Bukan membuat Anda semakin sehat, tetapi membuat tubuh menjadi lemah karena energi terkuras secara sia-sia.
Waktu Terbaik Saat Berolahraga
Mengambil 20 - 30 menit saat berolahraga adalah waktu yang baik setelah berbuka puasa. Jangan lupa berbuka puasa dengan asupan cairan dan buah-buahan, serta memberi jeda 1 jam sebelum Anda berolahraga.
10 Menit Kardio
Berjalan kaki, olahraga di atas treadmill, atau bersepeda selama 10 menit selama Ramadan, bermanfaat untuk memperbaiki stamina dan membakar kalori dalam tubuh.
10 Menit Peregangan
Saat berpuasa, otot-otot tubuh menjadi kaku. Gunakan 10 menit untuk melakukan peregangan sebelum berolahraga. Peregangan mampu mengembalikan fleksibilitas dalam tubuh, serta mendetoksifikasi tubuh.
Olahraga Bebas Dalam 10 Menit
Agar tetap fit, Anda bisa melakukan olahraga di rumah dengan latihan-latihan kecil, seperti push up, sit up, atau squats. Olahraga ini mendukung fleksibilitas tubuh.
Olahraga Ringan
Tidak perlu melakukan olahraga berat selama Ramadan. Cobalah berolahraga dengan intensitas ringan untuk membangun stamina dan membakar kalori.
Yoga dan Meditasi
Terlepas dari latihan rutin, yoga dan meditasi juga membantu detoksifikasi dan membangun stamina yang hilang selama puasa.
www.beritasaudarapoker.blogspot.com  
Share:

ALASAN TIDAK DIANJURKAN MAKAN GORENGAN SAAT BERBUKA


ALASAN TIDAK DIANJURKAN MAKAN GORENGAN SAAT BERBUKA -
Selama menjalankan puasa satu bulan penuh, takjil menjadi menu wajib saat berbuka puasa. Beragam takjil seperti gorengan menjadi salah satu menu yang selalu dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sayangnya, makanan tersebut tidak dianjurkan oleh para pakar kesehatan. Pasalnya, gorengan dinilai bisa memengaruhi kesehatan. Hal ini pun akan diperparah jika mengonsumsi menu tersebut secara berlebihan.
Selama puasa, tubuh hanya kehilangan karbohidrat, protein dan air. Tidak dengan lemak. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa.
"Saat puasa, kita kehilangan banyak karbohidrat, protein dan air, tapi tidak untuk lemak. Untuk itu, tidak dianjurkan makan gorengan saat buka puasa karena lemak akan bertambah dan bisa jadi ini alasan banyak orang gemuk setelah puasa," papar Ahli Gizi, Dr. dr. Saptawati Bardosono
Agar tetap sehat, dr Saptawati pun menyarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Seperti mengonsumsi karbohidrat, protein dan banyak minum air putih.
Share:

Minggu, 12 Juni 2016

Manfaat Tidur Siang saat Puasa


- MANFAAT TIDUR SIANG SAAT PUASA -
Tidur di antara waktu puasa memiliki manfaat sendiri, terlebih di siang hari di mana cuaca memanas dan gula darah mulai menurun. Tidur siang sesaat di antara waktu berpuasa tentu bisa membantu merevitalisasi energi dan saraf tubuh.
Meski hanya 5-15 menit, tidur siang akan sangat berpengaruh pada peningkatan kebugaran dan kesiapan fisik dan mental dalam melanjutkan aktivitas. Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang manfaat tidur siang.
Tidur siang meningkatkan kemampuan mengingat
Banyak penelitian menemukan bahwa tidur siang yang singkat dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Tidur siang 10 sampai 30 menit juga terbukti meningkatkan kemampuan kognitif. Ini akan sangat bermanfaat bagi Anda yang menjalani puasa sembari tetap bekerja.
Mengurangi tekanan darah
Berkurangnya cairan dalam tubuh selama berpuasa bisa berpengaruh pada tekanan darah. Bila Anda juga penderita tekanan darah, tidur siang selama puasa bisa menjadi solusi sederhana. Penelitian membuktikan bahwa tidur siang mengurangi tekanan kardiovaskular yang menjadi faktor dominan dari tekanan darah tinggi.
Meningkatkan semangat
Seperti dilansir dari Boldsky, Minggu (12/6/2016), kelelahan yang dirasakan selama berpuasa tentu dapat menurunkan semangat untuk beraktivitas. Tidur siang sejenak dapat membantu Anda merasa lebih baik dan lebih konsentrasi pada tugas yang harus dilakukan sampai datang waktu berbuka.
Share:

Tips Tidur Berkualitas Selama Puasa


- TIPS TIDUR BERKUALITAS SELAMA PUASA - 

Idealnya, setiap orang tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam. Namun, banyaknya pekerjaan kerap membuat seseorang tidak memiliki tidur yang cukup dan berkualitas hingga insomnia.
Padahal, tidur yang berkualitas menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Mulai dari menjaga daya tahan tubuh, hingga mencegah terserang dari berbagai macam penyakit. Penulis Shawn Stevenson menjelaskan, bahwa tidur yang cukup sama pentingnya dengan berolahraga dan pola makan sehat.
Lalu bagaimana cara agar mendapatkan tidur yang berkualitas selama puasa? Berikut ulasannya :
1. Tidur tepat waktu
"Tidur tepat waktu sama seperti investasi tepat waktu. Tak peduli seberapa banyak Anda berinvestasi, yang terpenting adalah kapan (Anda melakukannya)," papar Shawn.
Pada pukul 22.00 hingga 02.00, tubuh mulai mengeluarkan hormon pertumbuhan yang penting untuk tulang, meningkatkan sistem imun, menguatkan tulang.
2. Sinar matahari pagi
Mendapat paparan sinar matahari alami membuat tubuh tetap terjaga. Hal ini pun dipercaya bermanfaat, sama seperti kondisi gelap saat tidur memicu produksi melatonin.
"Paparan cahaya matahari alami di awal hari diterjemahkan sama seperti berkurangnya kadar kortisol di malam hari," ungkap Shawn.
Mendapatkan cukup cahaya di pagi hari membuat kortisol meningkat dan berkurang seiring hari. Selain tiu, paparan cahaya matahari juga baik untuk meningkatkan produksi serotonin yang membantu meningkatkan kualitas tidur.
3. Tidak membawa pekerjaan ke rumah
Membawa pekerjaan ke rumah, bisa memicu masalah atau otak tidak bisa mengakses kondisi rileks untuk tidur. Untuk mengatasinya, Shawn pun menyarankan untuk berlatih yoga atau meditasi. Dengan begitu, Anda pun bisa memiliki tidur yang berkualitas.
Share:

Tips Berolahraga saat Berpuasa

TIPS BEROLAHRAGA SAAT BERPUASA
Meski harus menahan rasa lapar dan haus selama berpuasa, bukan berati Anda harus bermalas-malasan. Anda pun tetap dianjurkan melakukan beragam kegiatan, seperti berolahraga. Olahraga saat puasa dipercaya memberikan manfaat baik untuk kesehatan.
Nah, agar tetap berenergi saat olahraga ditengah menjalankan puasa, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang tepat. Dilansir dari Gulf News, ahli diet di Prime Hospital, Sakina Mustansir mengatakan, jenis makanan dan asupan yang diperlukan bergantung pada intensitas olahraga. Pasalnya, akan berpengaruh langsung terhadap tingkat energi.
Untuk olahraga ringan dan menengah seperti jalan kaki, jogging, yoga, pilates, dan sesi kardio pendek, sebaiknya dilakukan beberapa jam setelah buka puasa. Untuk makanan, Sakina menganjurkan mengonsumsi makanan ringan yang dikombinasikan dengan minuman jeruk.
"Bisa 3-4 kurma dengan jus jeruk atau lemon untuk menambah energi, juga minum yang cukup," papar Sakina.
Selanjutnya, untuk mengganti energi yang hilang, konsumsi buah atau protein setelah olahraga. Makanan yang terdiri dari sayuran dengan protein dari ayam, ikan atau kalkun disarankan dikonsumsi 45 menit hingga satu jam setelah olahraga.
Sakina juga menyarankan, untuk mengonsumsi makanan yang dicampur dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, quinoa, oat dan lemak sehat seperti kacang, alpukat serta biji rami. Makanan tersebut dimasak dengan minyak zaitun atau minyak kelapa.
Namun, jika intensitas olahraga tinggi, dianjurkan konsumsi 1,5 sampai 2 liter air saat olahraga. Cara ini pun dipercaya akan mencegah kekurangan cairan dan tetap berenergi. Sekitar 2,5 hingga 4 liter air harus dikonsumsi antara buka puasa dan sahur.
Olahraga dengan intensitas berat seperti angkat beban atau perlombaan sebaiknya dilakukan satu hingga satu setengah jam setelah buka puasa. Ganti energi yang hilang dengan menyantap kurma dengan jus dan sup. Imbangi dengan mengonsumsi sayuran, protein dan karbohidrat kompleks.
Share:

FACEBOOK

Berita Populer

Diberdayakan oleh Blogger.